Tim Gabungan Polda Aceh Tangkap Komplotan “Setan Botak Peureulak” Di Sinyalir Sebagai Pembunuh Berbahaya

0
165
Reportaseaceh.com,Aceh Utara – Tim Gabungan Polda Aceh bersama Polres Aceh Utara dan Polres Aceh Timur berhasil menangkap 6 orang Kelompok bersenjata hanya dalam waktu 18 jam, pasca kejadian penikaman terhadap satu anggota Polres Aceh Utara.
Satu diantara pelaku tewas, setelah berupaya melawan petugas saat ditangkap tadi malam, pukul 17.30.Wib, hingga 20.00.Wib.di kawasan pertambakan masyarakat, tepatnya di Desa Matang Keupula dua, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar, SH, dalam siaran persnya, Senin (27/08/2018). Mengatakan dalam penangkapan ini,
Tim gabungan dipimpin oleh Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin. Enam orang yang diduga pelaku berhasil ditangkap, salah seorang diantaranya tewas setelah berupaya melawan petugas,
Enam pelaku kriminal bersenjata itu sebut Kabid Humas, yakni “SM (28), BH (36) dan SR (43) yang merupakan warga Aceh Timur. Tiga orang lainnya yakni,
MA (18) warga Langsa dan FS (42), warga Aceh Utara, sedangkan  ZK (33) warga Aceh Timur, tewas dalam penangkapan ini karena ia melawan petugas saat ditangkap,” ujarnya.
Kombes Pol Misbahul Munauwar, SH, juga menjelaskan, tim gabungan menangkap para pelaku di kawasan pertambakan masyarakat di salah satu Desa (Gampong) di Kecamatan Madat, Aceh Timur.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran/penyisiran pengembangan terhadap kasus pengeroyokan dan penusukan yang mengakibatkan Gugurnya, Bripka Anumerta Faisal, Anggota Reserse Polres Aceh Utara.
“Dari hasil penyelidikan tim gabungan Polda Aceh, Polres Aceh Timur dan Polres Aceh Utara, menemukan informasi bahwa kelompok kriminal bersenjata itu dikenal dengan nama “Setan Botak Peureulak”
yang diketahui merupakan kelompok perompak laut di perairan Aceh ,” ujar Kombes Misbah.
Dijelaskannya, kelompok kriminal bersenjata ini memiliki sandi huruf “R”
Di lambung kapal atau boat yang mereka tumpangi, yang mana diketahui sandi tersebut sudah dihapus namun masih berbekas pasca pembunuhan yang dilakukan terhadap Bripka Anumerta Faisal dini hari kemarin.
“Menurut informasi yang didapat bahwa kelompok ini sudah tidak terpantau diwilayah Aceh Timur selama seminggu ini dan dari hasil olah TKP dinyatakan mengarah kepada kelompok ini berdasarkan seluruh data dan informasi yang ditemukan di lapangan,” ungkap Kabid Humas.
Sekira pukul 17.00 Wib sore kemarin, tim memperoleh informasi dari masyarakat tentang adanya 6 (enam) lelaki tak dikenal yang keluar dari area pertambakan masyarakat. Menerima informasi itu, tim gabungan langsung menyisir area dan mengamankan, 3  orang lelaki, sementara 3 orang lainnya melarikan diri.
“Tadi malam sekira pukul 20.00 WIB, tim menemukan tiga orang lainnya. Saat akan ditangkap, tersangka ZK berusaha melawan, hendak melempar granat ke arah petugas, sehingga terpaksa dilakukan tindakan represif penembakan dan tersangka ZK tewas di tempat.
Dari ZK diamankan senjata revolver milik Almarhum Bripka Anumerta Faisal,” jelas Kabid Humas.
Tim gabungan pun hingga kini masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Tim masih menyisir lokasi untuk mencari senjata api laras panjang jenis AK-56 milik Polres Aceh Utara beserta amunisinya yang diambil pelaku dari korban Bripka Faisal.
“Untuk senjata AK-56 dan lainnya masih dalam pencarian, tadi malam diamankan sebuah granat jenis manggis dan pistol revolver milik Almarhum Bripka Anumerta Faisal yang diambil pelaku. Para pelaku diamankan di Mapolres Aceh Utara untuk proses lebih lanjut, sementara ZK yang tewas rencana  diserahkan ke pihak keluarga,” tutup Kabid Humas.
Diberitakan sebelumnya, ‘Pelaku Kriminal bersenjata Tikam Polisi Hingga tewas’ Brigadir Faisal anggota Polres Aceh Utara gugur ditikam oleh pelaku Saat menjalankan tugas nya.
Mulanya korban mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa pelaku ingin menyeludupkan narkoba di kawasan pinggir pantai bantayan. Minggu (26/08)
Korban tewas dengan sejumlah luka tusuk di bagian mata kiri, perut kiri dan bahu kiri, setelah terjadi perlawanan perkelahian saat melakukan pengintaian kelompok kriminal bersenjata di lokasi tersebut. Dalam kejadian itu terdapat satu senjata api jenis Revolver dan 1 senjata api jenis AK-56 milik korban pun diambil para pelaku kelompok kriminal bersenjata usai melakukan aksinya.
“Atas peristiwa tersebut. Pimpinan tertinggi Polri (Kapolri) telah memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa ‘Anumerta’ setingkat lebih tinggi kepada almarhum yang telah gugur dalam melaksanakan tugas Kepolisian, dari pangkat Brigadir menjadi Brigadir Kepala (Bripka), sesuai  Surat Telegram Kapolri Nomor : STR/597/VIII/2018, Tanggal 26 Agustus 2018.
Teks photo ; ZK pelaku yang tewas, karena melawan Polisi saat ditangkap di Kawasan Madat, Aceh Timur.(photo/Ist).
Almarhum Bripka Anumerta Faisal meninggalkan istri tercinta dalam keadaan hamil.” Sebut Kombes Pol Misbahul Munauwar, SH. (RS)