Resmi Ditutup Wapres Jusuf Kalla, Asian Games 2018 Momentum Kebangkitan Olahraga Indonesia

0
95
Reportaseaceh.com,Jakarta – Asian Games 2018 Jakarta-Palembang secara resmi ditutup Presiden Olympic Council of Asia Sheik Ahmad Al Fahad Al Sabah bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Presiden International Olympic Committee Thomas Bach, turut mendampingi Menko PMK Puan Maharani dan Menpora Imam Nahrawi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (2/9) malam.
Presiden Jokowi bersama Gubernur NTB melalui vidionya menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat hadir pada penutupan Asian Games 2018 karena sedang berada di Lombok, NTB.
“Asian Games 2018 memang sampai disini tetapi semangat Asia tetap di dada, selamat dan terima kasih kepada kontingen seluruh negara peserta atas capaian prestasi, kehangatan dan semangatnya, inilah energi of Asia yang sesungguhnya bersatu membawa kebaikan,” kata Presiden.
“Terima kasih kepada kontingen Indonesia atas capaian prestasinya berkat optimisme, energi yang positif perolehan medali emas jauh melebihi target, terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung sukses Asian Games ke-18 ini dan menjadikan Indonesia negara besar di mata dunia,” tutur Presiden dalam vidionya.
Presiden berharap dukungan doa dari seluruh peserta Asian Games dan rakyat Indonesia  seluruhnya agar mendoakan Kota Lombok agar dapat pulih dari bencana alam. “Semoga Lombok cepat pulih dan lebih baik dari sebelumnya,” harap Presiden.
Wapres Jusuf Kalla merasa bersyukur atas sukses penyelenggaraan Asian Games 2018, ia juga berterima kasih kepada Inasgoc, Kementerian PUPR, Kemenpora, CdM, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Jawa Barat, sponsor, jurnalis dan awak media, volunteer, TNI/Polri.
“Terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas dukungannya yang telah memberikan contoh yang baik kepada seluruh warga Asia sehingga Indonesia meraih tiga sukses Asian Games yakni sukses penyelenggaraan, sukses sarana prasarana dan sukses prestasi yang merupakan capaian tertinggi Indonesia di Asian Games,” ujar Kalla.
Wapres berharap Asian Games 2018 menjadi momentum kebangkitan olahraga nasional. “Capaian prestasi di Asian Games ini menjadi sejarah dan menjadi momentum persatuan dan kesatuan bansa, mohon maaf atas kekurangan seperti ketersediaan tiket karena animo masyarakat yang sangat begitu besar dibandingkan kursi yang disediakan, kepada para atlet dari 45 negara peserta silakan kunjungi lagi Indonesia, sampai jumpa di Asian Games 2022 China,” katanya.
Prosesi penutupan AG dilakukan penurunan Bendera OCA dan serah terima bendera OCA dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin dan Ketua Inasgoc Erick Thohir kepada Presiden OCA dilanjutkan diserahkan ke delegasi China oleh Menko PMK Puan Maharani sebagai tuan rumah Asian Games selanjutnya di tahun 2022.
Sebelumnya telah dipertunjukkan seni pencak silat, parade atlet dan ribuan volunteer dilanjutkan performa dari beberapa bintang tamu dalam dan luar negeri yang memukau dibalut dengan pencahayaan dan pertunjukkan kembang api yang tak kalah meriahnya saat acara pembukaan Asian Games 2018.
Pada Asian Games tahun 2018 ini kontingen tuan rumah Indonesia berhasil menempati rangking empat dengan raihan 98 medali dengan rincian 31 medali emas, 24 perak dan 43 perunggu sementara juara umum diraih kontingen China dengan 132 medali emas, 92 perak dan 65 perunggu.
Prestasi membanggakan ini sangat jauh berbeda saat Indonesia mengikuti Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, saat itu Indonesia hanya mampu menempati rangking 17 dengan perolehan 4 medali emas, 5 perak dan 11 perunggu.(Red)