Polres Aceh Utara Gelar Konferensi Pers Terkait Pelaku Pembunuhan dan Ekses Dari Penyergapan

0
47
Reportaseaceh com,Aceh Utara – Pihak Kepolisian Resor Aceh Utara menggelar acara konferensi pers dengan sejumlah watawan di Aula Tribrata Mapolres setempat, Jum’at sore (31/08/2018).
Pada acara tersebut Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, SIK, didampingi  Wakapolres, dan Kasatreskrim menjelaskan terkait isu miring yang dihembuskan di medsos terhadap pihak Kepolisian Aceh Utara  yang dituding tidak profesional dalam menangkap pelaku pembunuhan Brigadir Faisal beberapa waktu lalu di lokasi objek wisata pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon Aceh Utara.
 Kapolres bersalaman dengan Faisal (pakek topi) tukang ojek didampingi Wahyudi tokoh masyarakat.
(Photo/Rais)
Ketiga tukang ojek (RBT) yakni, Bahagia bin Usman sedang berada di rumah sakit, dan Syahrul bin Abdullah serta Faisal bin Abdurrahman, mereka bertiga adalah dibawa ekses dari  kejadian penyergapan Komplotan “Setan Botak Perlak” yang merupakan kelompok perompak laut di wiyah Aceh Timur.
Saat penyergapan tersangka daerah pertambakan Kecamatan Madat Aceh Timur. Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dalam kasus itu turut diperlihatkan, yakni, satu pucuk senjata api laras panjang, jenis AK 56 dan 25 butir puluru, dua buah granat tangan, tiga pisau sangkur, kain dan pakaian lainnya merupakan barang bukti dari tersangka.
“Saya selaku Kapolres Aceh Utara memohon maaf kepada pihak keluarga (tukang ojek) atas kejadian yang menimpa tiga warga ini, karena situasi saat itu tidak terkendali hingga membuat ketiga harus bawa untuk dimintai keterangannya” ujarnya.
Sementara itu , Faisal dan Syahrul dua terduga yang dilepaskan itu turut dihadirkan saat konferensi pers dilakukan. Kedua mereka korban dari ekses penangkapan itu mengatakan tidak mempermasalahkan tentang hal ini, karena mereka sudah memaklumi dan Faisal juga mengatakan ongkos ojek dari tersangka pelaku belum diterimanya dan ia hanya rugi waktu atas kejadian yang menimpanya.
Teks photo: Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin memperlihatkan sejumlah barang bukti saat menggelar Konferensi Pers, Jum’at(31/08/photo/Rais)
Menurut Wahyudi Alias Abi Krueng Thoe tokoh masyarakat desa Menasah Asan, Madat, Aceh Timur, saat mendampingi Faisal dan Syahrul mengatakan, Pihak Kepolisian Pagi Jum’at kemarin sudah berkunjung kerumah Bahagia tukang ojek dan Kapolres bersama personel sudah melakukan minta maaf langsung kepada pihak keluarga.
“Sekarang Bahagia sudah diantarkan dan masih berada dirumah sakit, semua biaya akan dibantu pihak kepolisian.
Saya berterima kasih kepada Pak Kapolres yang telah membebaskan ketiganya tukang Ojek ini, mereka warga gampong Meunasah Asan. Mereka tidak mengetahui, karena kelima pelaku  mengaku baru pulang memancing ikan, dan mereka mengatakan boat yang mereka tumpangi rusak, tanpa menaruh rasa curiga, dia (Faisal bersama dua rekanya) langsung mengantar tersangka dan saat dalam perjalanan tiba-tiba disergap oleh polisi.” Kata Wahyudi tokoh yang ikut mendampingi korban saat mendatangi Mapolres Aceh Utara.
Dalam kegiatan itu KapolresAceh Utara juga mengatakan barang bukti milik Bripka Faisal (korban), satu pucuk  pistol Revolver senjata laras pendek yang baru ditemukan, sementara senjata api laras panjang jenis AK 56 masih dilakukan pencarian di muara sungai kawasan Desa Teupin Keuyun, Kecamatan Seunuddon. ujarnya
Dari pengakuan perompak yang berhasil ditangkap, senjata laras panjang yang direbut dari tangan almarhum Bripka Faisal terjatuh ke sungai saat mereka berenang menyeberang sungai, selama dalam pelarian saat  itu.
Pihak Kepolisian menghadirkan dua tersangka yang tertangkap yakni, Darwin alias Wen  dan Mhd Arief Munandar Alias Arep bin Anwar. Selain itu, Polres Aceh Utara dalam konferensi pers itu juga mengatakan, untuk sementara satu tersangka atas nama Mukhtarmidi alias Tar masih rawat di rumah Sakit Cut Mutia, dan Ia masih status ditahanan di Mapolres Aceh Utara,  tidak bisa dihadirkan karena sakit.
Seperti diketahui bahwa saat penyergapan komplotan perompak laut yang telah membunuh Bipka Faisal pada Minggu 26 Agustus. Di media sosisl disebut-sebut telah terjadi salah tangkap terhadap satu warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara dan dua warga Kecamatan Madat, Aceh Timur, mereka bernama Bahagia, Faisal dan Syahrul.
Terkait hal itu, AKBP Ian Rizkian Milyardin menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi ekses dari penangkapan tersangka, dan selaku Kapolres ia sudah menjumpai pihak keluarga ketiga tukang RBT tersebu untuk meminta maaf kepada korban dan pihak keluarga. (RAIS)