Menimbulkan Bau Tak Sedap,Warga Protes Keberadaan Kandang Peternak Ayam

0
113
Reportaseaceh.com, Aceh Utara – Seorang peternak ayam potong di Desa (gampong) Lhok Bintanghu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, diprotes dan dikeluhkan sejumlah warga setempat, hal itu disebabkan kandang peternakan ayam tersebut menimbulkan banyak Lalat juga ber aroma yang menyengat.
Pantauan media ini. Kandang peternakan tersebut berukuran panjang 40×9 meter milik Usman warga setempat, memang cukup lumayan besar dibuat di kawasan permukiman penduduk sudah 10 tahun lalu.
“Kami selaku masyarakat di sini tidak nyaman dan merasa terganggu, karena adanya bau yang menyengat dari kandang ayam potong serta menimbulkan banyak Lalat.
Warga merasa resah kemungkinan karena menimbulkan lalat dan bau kotoran ayam  dari kandang ayam potong itu,” kata M. Yusuf warga setempat , Selasa (06/08/2018) saat ditemui media ini.
Akibat bau kotoran ayam potong yang menyengat hingga menimbulkan keresahan warga yang tinggal di sekitar  peternakan ayam. Seorang warga lain nya juga mengatakan, dari kandang ayam itu menimbulkan banyak lalat yang hinggap kerumah warga yang dekat dengan kandang.
Warga sekitar mengakui pernah melayangkan surat protes, juga  mempertanyakan tentang izin peternakan ayam potong yang terlalu dekat dengan pemukiman penduduk yang telah dilakukan Usman sejak lama.
Sementara itu, menurut Usman selaku peternak, saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan.bahwa kandang ayam miliknya tidak berbau dan tidak mengganggu kesehatan masyarakat.
“Pihak  Dinas Lingkungan Hidup Aceh Utara dan Muspika juga pernah melihat peternakan ayam yang saya lakukan.Mereka mengatakan tidak bau dan mengarahkan saya agar selalu membersihkan  kandang ayam agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.
Setiap pagi saya bersihkan kandangnya, bahkan kotoran ayam saya bakar dengan mengunakan kulit padi, kemudian saya taburkan abu sekam dibawah kandangnya, coba abang lihat sendiri” ujar Usman sambil mempersilahkan melihat tempat usahanya.
Ia juga mengatakan, usahanya sudah dilakukan sepuluh tahun lalu, selain  dirinya ia juga memiliki tiga orang tenaga kerja, dengan penghasilan lumayan dipanen setiap 35 hari sekali.Bibit ayam potong dan obat-obatan di bantu oleh pihak perusahaan asal dari Medan.
Teks photo ; Tempat peternakan ayam potong milik Usman terletak di kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara. (Photo/Rais)
Menanggapi keresahan warga ini Camat Tanah Jambo Aye, Hafitza Putra saat dikonfirmasi, Selasa (07/08) mengaku pernah mendatangi tempat usaha peternakan itu. Bahkan menurutnya pihak Dinas Kesehatan Lingkungan Hidup Daerah, Kabupaten Aceh Utara juga pernah turun kelokasi.
“Jika sudah ada keputusan dari pihak Keuchik dengan aparatur gampong, layangkan surat persetujuan warga sekitar kepada kami. Kalau tidak kami tidak berani membuat rekomendasi untuk mengurus izin.
Pihak dinas pernah turun kelokasi ternak ayam milik Usman empat hari lalu. Peraturannya jelas ada, namun pihak dinas memberikan waktu tiga hari lagi menunggu keputusan dari keuchik.”ujar Camat. Ia juga menambahkan.
“Apakah peternakan  ayam itu dilanjutkan atau dipindahkan. Karena ada lima orang warga sekitar yang tidak mau menanda tangani izin usaha peternakan itu.” Ujar Hafitza Putra Camat Tanah Jambo Aye saat dikonfirmasi diruang kerjanya.
Seperti diketahui untuk usaha ternak ayam potong memang ada aturannya dan ada obat-obatan untuk air minum ayam serta obat semprot kandangnya untuk membunuh bakteri, hingga tidak menimbulkan berbau dan kotorannya dibuatkan pembuangan khusus.
Ada juga yang berpendapat justru pemerintah harus mengapresiasi apabila ada pengusaha atau peternak ayam potong, Karena bisa menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran.(RS)