MARINE DEBRIS INCLUSION,Sukseskan Pembersihan Pantai Di Ano Itam Sabang

0
62

Reportaseaceh.com,Sabang  – Ratusan relawan pada hari sabtu 10/03/2018 telah sukses melaksanakan aksi bersih pantai di Desa Anoi Itam Sabang.

Aksi bersih pantai dengan mengangkat “Merine Debris Inclusion”di buka langsung oleh Walikota sabang yang diwakili  Asisten II. Dalam sambutan Asissten II walikota Sabang, mengatakan bahwa sampah-sampah yang terdapat di kawasan pesisir Anoi Itam merupakan sampah kiriman dari berbagai daerah, bahkan dari l Internasional yang terbawa arus laut.

Dia juga menambahkan bahwa aksi yang di gagas oleh Lembaga Natural Aceh bersama lembaga terkait. merupakan satu langkah yang patut kita Apresiasi. “Saya atas  nama Pemerintah Kota Sabang mengucapkan terimakasih banyak atas inisiatif dari seluruh lembaga yang telah menggagas aksi pada hari ini”. Kedepan kita mengharapkan tumbuh kesadaran dari masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan hidup dan kebersihan lingkungan.

Sementara Kepala desa Anoi Itam Khairuddin.A.Ma.Pd dalam sambutan juga menyampaikan Aspresiasi kepada semua pihak yang telah memilih desa Anoi Itam,  “Ini merupakan satu kebanggan dari kami atas nama masyarakat Desa Anoi Itam kepada lembaga penyelenggara aksi, dengan terlaksana aksi hari ini, kita telah menunjukkan rasa kepedulian terhadap lingkungan.

Khairuddin juga mengharapkan kepada Pemkot Sabang untuk mengaktifkan kembali tim pembersih pantai Anoi Itam yang sudah lama di putusakan kontraknya. Dia menyatakan bahwa semasa masih ada tim pembersih sampah yang di bentuk oleh Pemkot Sabang, sampah dikawasan pesisir hampir tidak terlihat. Namun selama tim tersebut diputuskan kontrak sampah-sampah kembali berserakan.

Sementara Puteri Handika dari Lembaga Natural Aceh dalam sambutanya menjelaskan sampah-sampah yang terdapat di pesisir wilayah Timur kota Sabang merupakan sampah kiriman dari berbagai Negara, yang berasal dari Thailand, Malaysia,dan India.

Hal tersebut terjadi setiap tahun apabila telah memasuki musim timur. “Ini yang menjadi salah satu barometer kita kedepan dalam menangani sampah kiriman. Hasil identifikasi di lapangan 60% sampel sampah berasal dari Malaysia dan selebihnya Thailand dan India”.

Puteri juga menyampaikan bahwa Lembaga Natural Aceh bersama lembaga terkait akan terus mengajak masyarakat Aceh secara khusus untuk selalu menjaga lingkungan, Hal ini tidak terlepas dengan upaya Global terkait perubahan Iklim dunia.

Aksi yang berlangsung pada sabtu pagi juga diberikan pemahaman dan edokasi tentang pentingnya menjaga lingkungan serta kebersihan kawasan pesisir.(SM).