Derita M Yusuf adalah Derita Jubaidah, Adakah Yang Perduli ?

0
81

Reportaseaceh.com,Aceh Timur – Muhammad Yusuf (10), asal Dusun Bahagia, Desa Buket Drien, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur ini hanya bisa menangis sambil berbaring dalam ayunan.

Anak ke empat dari pasangan Alm Sofyan dan Jubaidah (40) ini sudah menderita sakit sejak umur 7 bulan, hingga kini telah berumur 10 tahun penyakitnya belum sembuh.

Tokoh manyarakat Sungai Raya menggendong M Yusuf saat berkunjung ke kediamannya.

Selain tidak bisa bicara dan berjalan,  badan M Yusuf dari hari ke hari semakin mengecil dan kaku. Orang tuanya pun tak mampu berbuat lebih untuknya karena keterbatas ekonomi.

Jubaidah (40), sang ibu yang setia hanya bisa mengucurkan air mata disaat anak bungsunya menangis. Konon lagi Jubaidah tak mengerti apa yang membuat anaknya menangis.

Kepada reportaseaceh.com, minggu 7/1/2018 Jubaidah menceritakan, Pada saat lahir anaknya (M Yusuf) sehat dan normal, namun pada saat berumur 7 bulan, M Yusuf terserang penyakit demam yang berlebihan hingga mengalami step (kejang).

” waktu lahir sehat pak seperti bayi yang lahir normal, umur 7 bulan diserang panas dan sempat step, waktu itu kami bawa ke dokter praktek dan selanjutnya berobat jalan di Puskesmas, tapi kondisinya semakin memburuk”. Ujar Jubaidah sedih.

Didampingi Zailani Kepala Lorong setempat, Jubaidah menuturkan, Saat itu Ia bersama suaminya Alm Sofyan terus berusaha membawa M Yusuf berobat kemana-mana, namun kondisinya tak kunjung membaik.

Jubaidah didepan rumahnya yang tidak layah huni lagi.

Yang lebih menyedihkan lagi, ditengah anaknya menderita sakit, Sofyan, sang suami tercintapun pergi untuk selamanya menghadap Sang Khaliq akibat sakit.

Pun demikian, selain harus menanggung beban keluarga, Jubaidah terus berusaha membawa M Yusuf berobat ke Puskesmas dan Rumah Sakit setempat walau hanya berbekal kartu BPJS.

Menurut Jubaidah, pada tahun 2011 lalu anaknya pernah dirujuk ke RS Zainal Abidin Banda Aceh untuk di Operasi, dan dokter mengambil tindakan dengan memasang selang dari kepala hingga ke perut.

Meski telah dioperasi, kondisi M Yusuf tak kunjung membaik hingga saat ini, Jubaidahpun hanya mampu mengurut dada dan mengucurkan air mata dengan kondisi anak bungsunya itu.

Betapa tidak, sejak Suaminya meninggal,  selain mengurus M Yusuf yang sakit, Jubaidah juga harus menyekolahkan dua kakaknya M Yusuf yakni Nurfadilah dan Yusra yang kini sedang duduk dibangku kelas 3 dan kelas 1 SMA.

Sementara hari-hari Jubaidah berjualan pisang goreng di dekat rumahnya yang penghasilannyapun hanya cukup untuk makan.

Untuk memenuhi kebutuhan lainnya, Jubaidah terpaksa dibantu dua anak perempuannya untuk mencari nafkah dengan menjadi tukang cuci di rumah orang.

Kehidupan Janda miskin dan tiga anak yatim dari empat saudara ini (putra ketiga Jubaidah telah Almarhum) sungguh memprihatinkan memang. Lebih-lebih M Yusuf yang hanya bisa menangis dan berbaring.

Selain itu, keluarga ini juga tinggal di sebuah rumah yang kondisinya sudah tidak layah huni lagi, beratap rumbia dan berdinding tepah bambu serta berlantai tanah.

Diakhir cerita, kepada media ini yang berkunjung langsung ke kediamannya bersama tokoh masyarakat setempat, Jubaidah sangat berharap uluran tangan Hamba Allah dan perhatian Pemerintah demi kesembuhan putra bungsunya dan kehidupannya yang layak. Somoga! (ismail abda)