BERITA KEPADA KAPOLDA SULTENG : PENYIDIK POLDA SALING SILANG PENDAPAT DI KASUS LEASING NAKAL?

0
78
Reportaseaceh.com,Palu – To The Point, dan tembak langsung.Terkait laporan dugaan perampasan, kecurangan dan penggelapan yg dilakukan Leasing Mobil PT MANDIRI TUNAS FINANCE PALU terhadap debitur Hajar, penyidik subdit industri dan perdagangan (indag) Reskrimsus dan Reskrim umum Polda Sulawesi Tengah (sulteng) saling silang pendapat.
Setelah memperhatikan gelagat dan sikap kurang koperatif selama diproses, maka atas dasar itu, kata penyidik subdit indag Reskrimsus polda sulteng, Davit nyatakan Leasing Mandiri Palu itu didudaga lakukan perbuatan pidana penggelapan.
Pada pokonya Davit mengungkapkan pihaknya sudah berupaya cukup lama tapi pihak leasing selalu saja mangkir, dan dinilai kurang koporatif.
“Lapokan saja ke Reskrim umum dengan pasal penggelapan” kata David, sambil menambahkan kalau pihaknya sudah sampai rela bolak balik ke kantor leasing, namun progresnya sia-sia belaka.
Terhadap anjuran penyidik David tersebut, sang debitur Hajar pun kemudian lapor ke Reskrim umum pada minggu lalu.
Namun apa yang terjadi, pihak Reskrim umum menolak mentah mentah laporan Hajar itu, dengan alasan masalah ini adalah rana perdata Reskrimsus.
Selang dua hari kemudian, media ini mengkonfimasi ke salah satu pejabat Reskrim umum, yaitu kompol lexi,Dikatan kompol Lexi yang intinya suruh itu Hajar lapor ulang pasal penggelapan.
Dan lagi-lagi, ketika Hajar melaporkan ulang hal ini tadi siang, Rabu 12 September 2018, dua anggota Reskrim diruang Reskrim umum polda sulteng, bernama Majid dan Adi dengan tegas menolak laporan Hajar. Alasannya, masalah ini harusnya ditangani secara tuntas pihak Reskrimsus David.
“So cukup ini (data untuk menyeret Leasing itu,red). Apa lagi pak David bilang, datang kamari pa (David) supaya saya juga mau tanya dimana penggelapan nya” terang Majid saat memeriksa dokumen Hajar itu.
Mendengar penjelasan Majid yang demikian itu, Hajar kemudian berkonsultasi ke David via telpon. Intinya, penyidik Davis menungggu Hajar diruang kerjanya sekarang.
Diruang kerjanya, David menyatakan pihaknya akan menghadap kasubdit guna menyarankan untuk gelar perkara dengan kawan-kawan di Reskrim umum.
Seperti diketahui, kasus kredit mobil di Leasing Mandiri itu sudah dibolak balik sejak awal agustus tahun lalu di subdit indag reskrimsus, dimana kasubditnya adalah AKBP Teddy Salawati, SH.
Menurut Hajar, saat pertama dia laporkan hal ini ke Reskrimsus, pak Teddy sempat berkelakar yang intinya enak saja main tarik. “Kalau mau tarik belah dua dulu itu oto” kata Hajar menirukan perkataan Teddy.
Yang pasti, mobil pick up yang kreditnya baru berjalan 14 bulan dari kontrak empat tahun itu, Hajar sudah menyetor dana sebesar 80 juta lebih yang dia kumpul dengan susah payah.
Mobil zusuki keri putih itu, kata Hajar dipakai untuk berbisnis kelapa bulat dipinggiran kota Palu untuk diimpor. Diakuinya, mobil itu dioperasikannya sendiri. Dan tiap lepas shalat subuh dia sudah jalan mencari setoran, tapi akhirnya mobil ditarik, dan dilelang secara sepihak.
“Sudah capek saya bolak balik di polda ini. Saya kesini ini (polda, red) untuk mencari keadilan, tapi saya bingung liat pelayanan seperti ini ” ucap Hajar membatin dengan mata berkaca kaca.
Untuk keseimbangan berita, pihak Leasing pun dikonfirmasi. Pihak Leasing, yaitu bagian penagihan PT Mandiri Tunas Finance Palu, Fadli mengatakan tidak berwenang menjawab pernyataan Davit yang intinya Leasing Mandiri telah diduga lakukan tindak pidana penggelapan, sehinggah debitur Hajar dianjurkan melapor saja ke Reskrim umum.
“Ya kalau begitu, ya ini kan tanggapan, dalam artian ini, ya saya harus koordinasikan dulu sama pimpinan, supaya tanggapannya lansung dari pimpinan” jawab Fadli dengan nada tergagap gagap, sambil mengajak media ini bertemu langsung di kantornya.
Fadli selanjutnya menjelaskan, masalah penarikan, dan pelelangan mobil Hajar itu sudah sesuai prosedur.Nah bagaimana perkembanga selanjutnya, tunggu tayangan berikutnya (DIN)